Saturday, September 02, 2006
yeahhh hidup yang lain itu menyenangkan...
sekarang bener-bener kerasa kalo temenku emang banyak dan macem-macem banget...
Posted at 09:53 pm by
ZACHZIPPER
Permalink
Monday, August 14, 2006
Tuhan selalu hadir dengan cara yang tak disangka-sangka
Tuhan itu sayang banget sama aku. buktinya, ketika aku lagi ruwet sama satu masalah, Dia selalu mengirimkan orang yang tak disangka-sangka untuk membantu menguraikan keruwetanku. Mm... tak ada perjumpaan yang tak membawa pesan...
thanks mba widi...
Posted at 07:30 pm by
ZACHZIPPER
Permalink
Thursday, August 10, 2006
semalem ketika oq nganterin aku pulang, dia bilang dia jadi semangat lagi setelah jeda sebentar di jogja.. sementara aku bilang sama dia, kalo aku justru ngerasa takut. takut ketika aku harus berhadapan dengan tarlen yang lain. tarlen yang selama ini ditinggalkan sendirian di lorong panjang yang sunyi itu.. dan tak didengarkan aspirasinya, tarlen yang bukan publik itu..
trus semalam aku mimpiin dia lagi.. my new guardian angel.. :P.. dimimpi dia bilang 'kamu keberatan kalo pake tas itu dan barangnya kamu bawa semua, mendingan kamu pilih yang penting untuk dibawa dan ganti tas yang lebih kecil.' kemudian istrinya membenarkan itu.. dan aku pinjem tas kain punya istrinya dan memilih hanya beberapa barang aja yang aku bawa.. dan memang bebanku jadi lebih ringan dan aku bisa berjalan dengan lebih nyaman. dia udah menjelma seperti bapak yang muncul disaat aku takut. rasa nyaman itu sekarang bernama dia..
Posted at 01:03 pm by
ZACHZIPPER
Permalink
Wednesday, August 09, 2006
udah di bandung lagi. kembali ke semua urusan segala macem...
dan aku mulai menyisihkan waktu untuk tarlen yang lain itu..
agak aneh rasanya.. tapi perlu terus di coba.. karena sekarang semuanya jadi beda di mataku...dipikiranku..dirasaku juga..
sebenernya aku masih pengen di jogja.. pengen.. tapi aku ga bisa terus menerus bersembunyi dalam kenyamanan dan rasa amannya..
satu hal yang aku tau.. kapanpun aku selalu bisa kembali padanya.. dan mencecap rasa nyaman itu..
Posted at 06:59 pm by
ZACHZIPPER
Permalink
Sunday, August 06, 2006
sebelum kembali ke bandung, aku pengen membuat beberapa catatan dari hasil workshop kemaren. hal yang paling menarik buatku adalah proses pertemuannya. bukan materinya. kalo materinya aku bisa belajar tanpa harus ikut workshop. tapi bagaimana pertemuan dengan teman-teman yang selama ini out of map di kepalaku seperti dari: cepu, pati, kudus, jepara. mengapa out of map? karena aku ga punya bayangan sama sekali kehidupan di kota-kota seperti itu. saat kanak-kanak dulu, aku pernah ke kota-kota itu, tapi bukan untuk tinggal. bapakku selalu punya misi membawa anak-anaknya ke kota-kota kecil di jawa untuk mengupgrade wawasan geografi anak-anaknya. namun itu belasan tahun lalu, saat aku menganggap perjalanan ke tempat-tempat seperti itu adalah siksaan, aku tak suka dengan suasana desa dan harmoni buku pelajaran sd yang kulihat dari kota-kota itu. selalu ada perasaan melankolia yang dalam dan jiwa kanak-kanakku yang membuatku sulit sekali menerima dan menikmati kota-kota itu.
ketika berhadapan dengan teman-teman dari kota-kota yang tak tepetakan
olehku sebelumnya, aku jadi merasakan kontras. aku berdiri di titik
ekstrem yang satu (menurut pandangan temen2ku itu) dan mereka (menurut
pandanganku) berdiri di titik ekstrem yang bersebrangan denganku.
ketika aku bercerita tentang project urban cartography, beberapa dari
mereka merasa prihatin, karena betapa malangnya anak-anak muda bandung
itu mau begitu saja di pengaruhi oleh pengaruh luar, globalisasi,
'budaya barat' dan kehilangan akar ke indonesiaannya. sementara aku
memandang mereka begitu naif, karena masih sibuk dengan persoalan akar
budaya di tengah serbuan arus moderenisasi dan perubahan. akhirnya
kami jadi saling sinis satu sama lain. kesinisan yang muncul karena masing-masing dari kami tak memahami kondisi satu sama lain. kukira dalam hal ini aku menjadi orang yang menyebalkan, karena ga berusaha mengerti mereka dulu.. tapi langsung menjatuhkan penilaian. makanya mas hikmat tuh ngasih julukan aku urban borju.. trus dia tambahin konsorsium.. plesetannya urban poor consortium.. meski julukan itu bercanda, tapi itu menjelaskan pandangan temen2ku tentang apa yang kulakukan dengan urban cartography..
kini saat kota (bandung terutama) menjadi cara pandangku akan banyak hal, kehidupan di kota-kota lain otomatis juga menarik perhatianku. kota-kota out of map justru menarik perhatianku sekarang. aku mulai mengunjungi kembali kota-kota kecil itu dalam perspektif yang berbeda. mengamati bagaimana kehidupan di kota-kota itu berjalan mencoba mengerti dan menariknya dalam konteks kehidupanku.
aku merasa, dalam tiga tahun terakhir ini bandung sebagai tempat tinggalku, berubah banyak banget. apalagi setelah tol cipuralang dibuka. juga mobilitasku yang semakin cepat. jakarta bandung dan kota-kota lain menjadi rute yang harus kujalani dalam kegiatan keseharianku. jarak menjadi sesuatu yang sangat cair. dan ini merubah banyak sekali cara pandangku. karena semakin banyak juga realitas berbeda yang aku temui. realitas yang kuhadapi menjadi begitu majemuk. aku baru menyadari betapa kehidupanku dalam satu hari bisa berpindah dari realitas yang satu ke realitas yang lain, dari titik ekstrem yang satu ke ekstrem yang lain.. sejak menggarap anak naga hal itu sangat terasa. sejak pergi ke luar negeri pertama kali.. kemudian aku sadari aku bisa pergi kemanapun aku mau. ketika lingkungan sosialku semakin majemuk.
oke kemaren aku mengeluh soal tarlen yang publik itu, tapi disatu sisi, tarlen yang publik itu membuka banyak sekali kesempatan bagiku untuk mengenal dunia lebih luas. dan kukira ketika aku sering dihadapkan pada kegelisahan-kegelisahan yang muncul ketika aku harus berhadapan dengan realitas yang satu ke realitas yang lain, kukira itu malah bagus, karena itu berarti aku masih bisa menikmati perbedaan-perbedaan dari setiap realitas yang kuhadapi. kemajemukan itu yang sebenernya membentukku. membuatku ga terlena dengan kemapan dan rasa nyaman di realitas saja.
tapi bagimanapun juga, realitas terbesarku adalah bandung. bandung yang kyai gede. kyai gede yang didalamnya adalah pribadi-pribadi yang menghayati realitas urban pembentuk identitasnya. dan cara pandangku akan banyak hal juga pada akhirnya selalu berpijak pada realitas itu. karena pada kenyataannya juga realitas urban yang kujalani pun begitu majemuk.
karena itu aku sadar ternyata aku tuh belum cukup baik mengerti dengan realitas majemuk, mobilitas dan jarak yang kutempuh dalam hidupku... karena ternyata aku masih sinis sama sesuatu yang tak terpetakan olehku.. dan secara terburu-buru menarik kesimpulan dan menilai tanpa mau memahaminya terlebih dahulu.
o ya, ternyata keterlibatanku di artepolis memberiku pandangan yang berbeda dalam memahami kota.. dan ternyata menarik banget ya untuk belajar tentang itu..
kukira kalo aku ini memang urban borju .. ya jadilah urban borju yang baik.. yang sadar betul dengan keurbanannya dan keborjuannya hahahah...
udah ah..
Posted at 01:26 pm by
ZACHZIPPER
Permalink
Saturday, August 05, 2006
sebagai tukang dagang buku (buat boit)
di salah satu milis perbukuan si boit lagi rame diomongin orang. gara-gara dia ga berminat baca buku laskar pelanginya andrea. salah satu anggota milis lalu menganggap boit penjual yang buruk karena ga memberi 'martabat' pada barang dagangan yang dia jual. pas baca soal itu, aku langsung ngebuzz boit dan bilang: 'kalo kamu aja disebut penjual yang buruk, apalagi aku ya?'
gila ya.. lama-lama aku jadi sebel sama milis-milis perbukuan ini, isinya kalo ga saling mencaci, mencaci, menjatuhkan, marah-marah, atau memuji setinggi langit sampe si penulis tenggelam kaya narcicus. sebagai sesama pedagang dan juga teman kongsi, kukira boit punya style sendiri dalm menjual. begitu pula aku. dan selama ini kami selalu berusaha membuat konsumen kami lebih dewasa. aku yakin ketika boit bilang dia ga berminat baca laskar pelangi, ketika ada pembeli bartanya kenapa, boit pasti akan menjelaskannya dan dia pasti akan menyerahkan keputusannya pada pembeli. sama ketika ada pembeli dateng ke tobucil trus nanya kalo buku ini bagus ga? trus aku bilang: wah itu terjemahannya kurang asyik kalo buat saya. dan terserah yang beli kan mau tetep beli itu atau engga.
yang aku heran ya... bagiamana bisa si boit semudah itu dicap sebagai penjual yang buruk ketika dia memang ga punya cukup waktu untuk membaca semua buku yang dia jual, dan apakah itu harus? oke boit mungkin ga bisa menjelaskan bahwa laskar pelangi itu buku bagus karena dia ga berminat baca (sama seperti aku yang ga berminat baca davinci code), tapi bagiku dia adalah penjual yang baik ketika dia tau aku suka pearl jam dan suka land rover, begitu ada buku tentang itu, dia langsung hubungi aku..dalam hal itu dia mungkin ga liat aku sebagai temen kongsi, tapi dia melihatku sebagai konsumen dengan minat yang spesifik dan dia mengerti dengan minatku itu. bukankah hal itu jauh lebih istimewa? toh boit pastinya ga bisa melayani kepentingan semua orang kan?
sumpah, aku mulai sebel sama bagaimana orang-orang kemudian memperlakukan buku secara berlebihan. aku kawatir orang-orang seperti andrea nantinya bisa tenggelam dalam pujian setinggi langit dan akhirnya puas sebelum waktunya. kawatir dia ga bisa bikin karya yang kemudian berbeda sama sekali seperti laskar pelangi atau sang pemimpi. kukira itu ada hubungannya dengan bagaimana masyarakat kita selama ini memandang seseorang yang dianggap berprestasi. pada saat dia dianggap meraih prestasi, dia bisa dipuji setinggi langit sampai ketika prestasinya menurun dia ditinggalkan dan dicampakan. kejadian kaya gini kan sering terjadi pada atlet-atlet berprestasi tingkat olimpiade. sampe ada yang dihari tuanya harus jualan teh botol di istora senayan. kukira puja-puji itu jadinya menjadi sangat artifisial. palsu. gimana cara mengapresiasi sebuah karya secara dewasa, bukan emosional semata? bagiaman memberi dukungan yang menguatkan, bukan justru menjatuhkan? Mmm...
Posted at 05:22 pm by
ZACHZIPPER
Permalink
Friday, August 04, 2006
sebenernya kerjaanku selama di yogja, setelah beres workshop dan memenuhi deadline.. ga ada yang seru. kecuali bisa bangun siang.. tidur siang.. online tanpa tekanan.. hehehehe (bisa ngupdate blog-blog yang selama ini terabaikan) dan menulis. aku mau bantuin posko studio biru juga bingung.. karena ga ngerti juga apa yang harus kukerjakan.. ya udah aku nyepi di atas, di ruangannya si bos online dan nulis.. meski aku kangen sama koneksi wifi di bandung yang kenceng.. disini lambat, aku susah upload foto..
punya waktu buat mikir macem-macem.. dan yang jelas punya cukup waktu untuk mengistirahatkan badanku yang beberapa bulan kemaren ga berhenti bekerja terus menerus. hp yang rusak membantuku berjarak untuk sementara ya.. nungguin oq yang mau dateng hari minggu sore.. pengen ngobrol teu jelas sama dia sambil nangkring deket tukang lumpia di depan toko samijaya malioboro.. mau bujuk dia buat ke pantai ah... yang deket aja.. tapi keburu ga ya? parangtritis juga ga papa.. naek bis gitu.. ya nanti deh berunding sama si oq dulu..
selama di sini, jadi sering ketemu zuki.. asyik aja sih.. aku sempet nemenin dia blanja ke carefour, makan seafood enak di depan asrama debrito, nongkrong di via-via sambil makan pene calamari with olive nyamm... ngebrowsin dia tentang asterix.. dan dia mau bikinin janji buatku sama eko prawoto, arsitek kondang itu buat wawancara proyekannya zuki sama pak eko..asyik sih kalo liat kertas kerjanya.. bikin konstruksi knockdown dari bambu.. aku mau nulis tentang itu.. tadinya kepikir buat alambina.. tapi tulisanku yang sebelonnya aja ga direspon.. ya udah aku tulis buat majalan room di halaman common room aja.. yang udah jelas.. vahala dkk pasti seneng..
kemaren aku chat sama vero dan punya ide baru untuk diary project 3.. heheheh tunggu aja tanggal mainnya.. jeng vero bakalan bantu jualan project ini ke media..biar pesertanya banyak..
semalem setelah diajakin nonton bandnya swg di bantar budaya, yk.. mereka maen untuk pembukaan pameran iklan asia pasific. trus bereng elida, sujud dan ferdi pergi ke karaoke nav di jalan colombo.. kami berkaraoke ria sampe jam 12 malem.. heheh pulang ke studio.. nonton pelem.. sama si ibu akhirnya baru tidur jam 4 pagi .. ya jadinya aku baru bangun jam 12 siang ..
Posted at 03:24 pm by
ZACHZIPPER
Permalink
Thursday, August 03, 2006
jangan lupa istirahat, nanti sakit...!
sumpah aku kangen ngomong gitu.. dan denger reaksinya yang ketawa seneng karena diperhatiin..
Posted at 12:48 pm by
ZACHZIPPER
Permalink
Wednesday, August 02, 2006
Mmm... liburan malah mikir.. mikirin tentang kehidupan tarlen yang lain.. sadar bahwa harusnya permanen residen itu adalah diriku yang lain itu.. diriku yang selama ini terkurung dalam lorong panjangnya yang sunyi.. dia yang selama ini mengetuk-ngetuk minta diberi ruang dalam diriku... yang kusebut dengan permanen residen tak akan pernah jadi permanen, karena dia adalah salah satu tokoh yang berperan dalam hidupku.. bukan tokoh yang akan hidup abadi..
jadi kuberikan kapling hatiku yang itu.. untuk tarlen yang lain.. tarlen yang ingin punya kebun kecil di depan kamarnya, tarlen yang berjanji tahun ini akan menjadi reader buat anak-anak tunanetra.. tarlen yang katanya mau hidup lebih sehat dengan berjalan kaki setiap pagi.. tarlen yang pengen belajar menulis yang baik.. tarlen yang disemangati nova paul untuk mulai melatih diri dengan menu-menu masakan.. tarlen yang kata novi perlu mendalami spiritualitas dan melatih kesabaran biar ga jadi bonek dan gampang meledak.. tarlen yang pengen banget merubah interior kamarnya tapi selalu berkelit ga punya cukup waktu.. tarlen yang pernah punya hobi krostik tapi trus.. lagi-lagi berdalih ga punya waktu untuk mengerjakannya.. tarlen yang pengen banget nanem bunga melati di depan kamarnya, melati selalu mengingatkannya pada bau bapak.. ketika mereka dulu pernah punya pohon melati yang ditanam dan dirawat bersama-sama.. tarlen yang lain ini.. butuh ruang untuk menemukan dirinya kembali...
Posted at 02:35 pm by
ZACHZIPPER
Permalink
Monday, July 31, 2006
alhamdulillah... akhirnya kelar juga ..
setelah bekerja berusaha keras menyelesaikan deadline pb, akhirnya tulisan itu berhasil aku selesaikan, yeahhh lega banget...semalem aku cuma tidur 1.5 jam. sisanya ya nyelsein deadline pb yang terlambat lagi dan deadline pr belia.. gila.. enam ribu kata dalam tiga hari... hebat.. tulisan terpanjang yang pernah aku buat setelah skripsi... yeahh..(garing pisan sih..) :D padahal apa yang kulakukan itu ga seberapa dibanding jurnalis beneran.. aku inikan jurnalis jadi-jadian yang manja.. yang bisa melongo terkagum-kagum liat anderson cooper atau oprah.. sambil bertanya-tanya dalam hati, kapan aku bisa seperti mereka, bisa bikin reportase yang bagus..ayo kerja keras dan berlatih yang rajin..pemalas!
Posted at 11:34 am by
ZACHZIPPER
Permalink